Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit,(QS.Thaha 20:124)
Ayat ini memberikan peringatan keras kepada mereka yang berpaling daripada dzikrullah bahwa mereka akan merasakan kehidupan yang sempit..Yang dimaksud dengan berpaling dari dzikrullah dalam ayat ini adalah :
Kami sampaikan Laporan Keuangan (Penerimaan & Pengeluaran) Masjid Jami' Nurul Yaqin (MJNY) untuk bulan Juni 2010. Jazakallahu Ahsanal Jazaa, mudah-mudahan kita semua selalu mendapat Ridho Allah SWT dan agar semua selalu dalam Lindungan-Nya. Amin.
Jakarta (MCH). Akhirnya, biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2010 turun 80 USD, menjadi rata-rata sebesar 3.342 dolar AS atau Rp 31.080.600. Tahun 2009 lalu BPIH sebesar 3.442 dolar AS. Keputusan penurunan BPIH itu didapatkan dari hasil serangkaian pertemuan antara Komisi VIII DPR RI dan pemerintah. Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, penetapan BPIH tahun ini merupakan suatu prestasi. Pasalnya, penurunan BPIH terjadi ketika pemerintah Arab Saudi menaikkan biaya sewa pemondokan. Penurunan sebesar 80 dolar AS (sekitar Rp 800.000) disebabkan adanya biaya-biaya yang dibebankan pada dana optimalisasi setoran awal BPIH. “Selain itu, pada tahun ini, jemaah haji yang akan tinggal di pemondokan ring 1 atau berjarak 0-2.000 meter dari Masjidil Haram meningkat dari 27 persen di 2009 menjadi 63 persen di 2010,” kata Menag di Jakarta, Rabu, 21 Juli kemarin.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan bahwa awal Ramadhan 1431 Hijriyah, jatuh pada Rabu, 11 Agustus 2010. Keputusan PP Muhammadiyah itu didasarkan atas hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Melalui maklumat nomor 05/MLM/I.0/E/2010 yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin dan Sekretaris Umum Agung Danarto tertanggal 16 Juli 2010, disebutkan bahwa ijtimak menjelang Ramadhan 1431 H terjadi pada hari Selasa 10 Agustus 2010 M pukul 10:09:17 WIB. Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (= -07 48 dan = 110 21 BT) = +02 30 03 (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk.
Perbincangan mengenai arah kiblat masjid di Indonesia akhir-akhir ini terus mencuat. Pemicunya, banyak masjid yang ditengarai arah kiblatnya melenceng dari arah ka'bah. Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI) Ahmad Izzuddin menyatakan untuk mendapatkan keyakinan dan kemantapan amal ibadah maka harus berusaha agar arah kiblat sholat mendekati persis kepada arah Baitullah.
Menurutnya, ada beberapa cara untuk mendapatkan keyakinan arah kiblat. Selama ini, kata Izzudin, ada sistem penentuan arah kiblat yang dapat dikategorikan akurat, seperti dengan menentukan azimuth kiblat dengan scientific calculator atau dengan dibantu alat teknologi canggih seperti theodolite dan GPS ( Global Position System).
"Saat pendirian masjid zaman dulu belum ada alat ini sehingga banyak masjid yang melenceng arah kiblatnya," kata Izzuddin kepada Tempo, Kamis (15/7).
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meralat fatwa No 03 Tahun 2010 tentang Kiblat. Arah kiblat yang sebelumnya disebutkan menghadap barat kini telah direvisi menjadi ke arah barat laut.
"Untuk Indonesia secara umum kiblat menghadap ke barat laut, bukan barat, ini sekaligus merevisi fatwa kita yang tempo hari," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Ma'ruf Amin saat berbincang dengan detikcom, Rabu (14/7/2010).
MUI pun menghimbau agar semua wilayah di Indonesia harus menyesuaikan arah kiblat sesuai dengan ralat dari fatwa sebelumnya. Pelurusan arah kiblat tidak harus dengan merombak bangunan masjid. Namun, caranya cukup dengan membuat garis shalat, yang disesuaikan dengan arah kiblat yang benar.
Kami sampaikan Laporan Keuangan (Penerimaan & Pengeluaran) Masjid Jami' Nurul Yaqin (MJNY) untuk bulan Mei 2010. Jazakallahu Ahsanal Jazaa, mudah-mudahan kita semua selalu mendapat Ridho Allah SWT dan agar semua selalu dalam Lindungan-Nya. Amin.
Barangsiapa yang selalu beristighfar maka Allah akan memberinya kelapangan dalam setiap kesempitannya, dan Allah akan membukakan jalan dari kesusahannya serta Allah akan memberinya rezeki dari yang tidak di sangka-sangka. (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)
---
Dari Jabir RA., Ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda, “Perumpamaan shalat lima waktu adalah bagaikan sungai yang mengalirkan air dengan deras pada pintu salah seorang di antara kalian. Dan di sungai itu ia mandi setiap hari lima kali.” (HR. Muslim)