Al Qur’an adalah Cahaya
- Details
- Category: Artikel Islam
- Published on Tuesday, 16 August 2011 17:22
- Written by Administrator
- Hits: 520
Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia, dan jalan yang paling lurus."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus."(Al Israa: 9)
"Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." ( Al Maaidah: 15-16)
Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya, di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis)." (An Nuur: 35). Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya, dalam banyak ayat.
Keajaiban Puasa Ramadhan: Pembaruan Struktur Otak & Relaksasi Sistem Saraf
- Details
- Category: Artikel Islam
- Published on Monday, 08 August 2011 15:18
- Written by Administrator
- Hits: 291
Selama sebulan puasa selama Ramadhan, umat Islam jalani runititas sahur, menahan diri dari makan, minum & seks, serta amalan ibadah. Penelitian menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Subhanallah, puasa Ramadhan terbukti bermanfaat untuk membentuk struktur otak baru dan merelaksasi sistem saraf.
Otak merekam kegiatan yang dilakukan secara simultan. Begitu juga dengan aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh diajak menjalani rutinitas sahur, menahan diri dari makan, minum, dan seks, kemudian berbuka di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadan lainnya.
BACA SELANJUTNYA ...Keajaiban Puasa Ramadhan: Pembaruan Struktur Otak & Relaksasi Sistem Saraf
Perselisihan dalam Bingkai Cinta
- Details
- Category: Artikel Islam
- Published on Tuesday, 19 July 2011 19:06
- Written by DKM-MJNY
- Hits: 591
Mari kita ikuti sepercik perjalanan orang-orang besar dalam persaudaraan. Dahulu, Abu Dzar radhiallahu anhu pernah menghina Bilal bin Rabah dengan menyebut orang tuanya. Bilal mengadu kepada Rasulullah dan Abu Dzar menyesal sejadi-jadinya atas perkataannya kepada Bilal. Ia lalu menempelkan pipinya ke tanah sambil berucap kepada Bilal, " Demi Allah, aku tidak akan angkat pipiku dari tanah, sampai engkau injak pipi ini dengan kakimu." Akhirnya kedua sahabat itu berpelukan dan saling memaafkan. Mereka, orang-orang besar itu, bukan tak pernah berselisih dan bukan tak pernah tersulut emosinya. Perselisihan antara mereka juga terjadi, dan bahkan kemarahan antara mereka juga telah tersulut. Tapi lihatlah bagaimana mereka menyelesaikan masalah antara mereka.



