Zakat Fitrah

1. Definisi Zakat Fitrah.

Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan dalam rangka menyambut Raya Idul Fitri.Zakat Fitrah disebut juga zakat diri atau zakat jiwa karena Zakat Fitrah dikeluarkan berdasarkan jumlah jiwa dalam satu keluarga, bukan dihitung berdasarkan jumlah harta atau nisab sebagaimana zakat harta .

2. Hukum Zakat Firtah.

Zakat Fitrah hukumnya adalah wajib bagi setiap diri yang mempunyai harta lebih dari kebutuhan hidupnya sehari hari Raya. Karena itu orang miskin yang tidak mencukupi kebuthnannya untuk hari raya, namun setelah mendapatkan zakat fitrah dalam jumlah yang melebihi kebutuhannya dihari raya, maka diwajibkan membayarkan zakat fitrah.Anak anak yang belum dewasa zakat fitrahnya ditanggung oleh orang tuanya.

Zakat Fitrah diwajibkan bedasarkan hadits shahih Bukhari Muslim:

عن ابن عمر رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم فرض زكاة الفطر من رمضان, صاعا من تمر، أو صاعا من شعير على كل حر أو عبد ذكر وأنثى من المسلمين (متفق عليه)

Artinya:

Dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah saw. telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan sebanyak satusa’ korma atau satu sa’ gandum. (HR.Muttafaq alaih).

3. Kadar Zakat Fitrah.

Untuk orang Arab yang makanan pokoknya korma atau gandum, maka zakat fitrahnya adalah satu sa’. Sedangkan bagi mereka yang makanan pokoknya beras, maka kadar zakat fitrahnya adalah 2,5 kg.beras atau 3.1/3 Liter beras. Yang terbaik adalah dalam bentuk beras atau makanan pokok lainnya.Namun juga boleh diberikan dalam bentuk uang seharga beras tersebut. Beras atau harga beras yang dikeluarkan adalah sama dengan yang kita makan atau yang lebih baik dari padanya.Tidak boleh memilih yang lebih rendah dari yang kita makan.Umpamanya kita memakan beras solok, tapi fitrahnya beras dolog.

4. Pembahagian Zakat Fitrah.

Menurut sebagahagian Ulama, antara lain Imam Ibnul Qayyim zakat fitrah dikhususkan hanya untuk orang miskin saja, bukan untuk asnaf yang lainnya. Karena hadits Nabi saw. mengkhususkannya untuk fakir miskin, dan dalam prakteknya Nabi dan para sahabat tidak pernah memberikan zakat fitrah kepada selain fakir miskin. Sabda Rasulullah saw.:

عن ابن عباس رضى الله عنه قال: فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث وطعمة للمساكين. وفى الرواية أغنوهم عن سوءال هذا اليوم (رواه أبوداود)

Artinya:

Ibnu Abbas berkata: Rasulullah saw.telah mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak bermanfaat dan pembicaraan yang mengandung dosa, dan untuk memberi makan orang miskin. dalam satu riwayat:”Bebaskan mereka dari meminta minta pada hari ini (hari raya fitri).(HR.Abu Daud)

Sebahagian Ulama ada yang berpendapat bahwa zakat fitrah boleh dibagikan kepada asnaf yang delapan karena disamakan dengan zakat yang lainnya.

Ada lagi pendapat Ulama ,dan ini adalah yang terkuat, bahwa zakat fitrah diutamakan untuk fakir miskin, namun boleh diberikan kepada asnaf lainnya seperlunya yang sangat penting, umpamanya untuk keperluan amil.

 

5. Hikmah Zakat Fitah.

Berdasarkan hadits diatas, maka hikmah zakat fitrah adalah:

a. Untuk kesempurnaan ibadah puasa karena ucapan dan tingkah laku yang mengurangi nilai ibadah puasa.

b. Untuk menyantuni fakir miskin, khususnya pada hari raya idul fitri.

c. Untuk memupuk dan memperkuat hubungan ukhuah Islamiyah sesama umat Islam.

d. Untuk menimbulkan rasa santun dan kasih sayang sesama muslim.

f. Untuk menghilangkan sifat ego dan sombong, hanya mementingkan diri sendiri.

6. Waktu Membayarkan Zakat Fitrah.

Zakat fitrah sudah boleh diberikan semenjak awal bulan Ramadhan. Namun waktu wajibnya adalah pada malam terakir bulan Ramadhan. Waktunya yang terbaik adalah mendekati hari raya idul fitri karena tujuannya adalah untuk berhari raya fitri. Batas akir memberikan zakat fitrah adalah sebelum shalat idul fitri. Karena itu zakat fitrah harus sudah sampai ketangan fakir miskin sebelum shalat idul fitri. Bila zakat fitrah sampai ketangan fakir miskin setelah shalat idul fitri, maka tidak sah, dia hanya sebagai sedekah biasa.

7. Penutup.

Zakat Fitah diwajbkan kepada semua kaum muslimin untuk menanamkan sifat santun dan kasih sayang sepanjang kehidupan. Bukan hanya santun dan kasih sayang dalam bulan puasa dan hari raya saja.Sebagaimana ibadah puasa melatih diri kita untuk sabar dan mengendalikan hawa nafsu, bukan hanya selama bulan Ramadhan saja, akan tetapi sepanjang hidup kita hendaknya sifat sabar dan mengendalikan hawa nafsu itu menjadi budaya sehari hari.Wabillahittaufiq wal hidayah. (DR.H.Suhairy Ilyas.MA)