Nama Lengkap: Dr.H.Suhairy Ilyas Lc.Ma. Tempat/tgl lahir: Bukittinggi, 17 Januari 1951.
Pendidikan Tinggi : - Fakultas Tarbiyyah IAIN Padang (BA) 1974. - Medina Islamic University (Lc) 1978. - Imam Ibnu Su`ud Islamic University Medina (MA) 1985. - Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) (Dr) 2003.
Pengalaman Kerja: - Guru Diniyah Putri, Padang Panjang, Sum-Bar 1986-1989. - Guru Madrasah Thawalib, Padang Panjang, Sum-Bar1988-1992. - Dekan Akademi Agama & Bahasa Arab (AQABAH), Bukittinggi1988-1990. - Dosen Fakultas Syari`ah Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB) 1990-1997. - Pembantu Rektor III Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB) 1992-1997. - Pimpinan Yayasan Ma`had Al-Madaniy, Padang 1989-2005. - Pengasuh Kuliah Shubuh & Tanya Jawab Agama Islam RRI Padang 1997-2005. - Ketua Dewan Pertimbangan Syari`ah International Islamic Boarding School(IIBS) Bekasi 2005 – sekarang. - Dosen Pasca Sarjana Studi Islam Universitas Ibnu Khaldun, Bogor 2005 – sekarang.
Karya Tulis: - Fadhail Al-Qur`an (1974) Skripsi BA. - Manhaj Da`wahf i- Al-Qur`an (1978) Skripsi Lc. - Al-I`lam wa At-Tanshir fi Indonesia (1985) Skripsi MA. - Metodologi Tafsir Ibnu Taimiyyah(2003) Tesis Dr. - Mutiara Ramadhan (1987) - Busana Muslimah (1989) - Etika Remaja Islam (1989) - Islam & Orientalis (Terj.) 1988. - Perbandingan Aqidah Islam dan Kristen (Terj.) 1987. - Perbandingan Aqidah Ahlus Sunnah & Syi`ah (Terj.) 1987. - Beberapa Artikel di majalah dan Makalah Seminar.
AlamatKantor : SMA International Islamic Boarding School Republic of Indonesia (IIBS RI) Jln.Raya Industri no-1 Hyndai Lippo Cikarang Selatan Bekasi Jawa Barat 17550.
190.Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
191.(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.(Ali Imran 3:190-191).
Suatu hari Bilal muadzin nabi mendatangi rumah Rasulullah saw.untuk mengajak beliau sama sama kemesjid untuk shalat subuh. Setelah Rasulullah saw.membukakan pintu, bilal terkejut melihat mata Rasulullah sangat merah.Bilal bertanya, wahai Rasulullah, apakah Engakau baru saja menangis? kenapa engkau menangis? Bukankah Allah telah mengampuni semua dosa-dosamu? Rasulullah menjawab : Wahai Bilal, kenapa saya tidak akan menangis, bukankah telah turun pada saya satu ayat tadi malam, lalu Rasulullah membaca ayat terseburt, yaitusurat Ali Imran 190-191 yang kita kutip diatas. Setelah membacakan ayat tersebut beliau berkomentar” Wail! Celakalah orang yang hanya pandai membacanya tapi tidak mau merenungkannya (mentadabburnya)!
Bulan Ramadhan, yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).(QS.Al-Baqarah 2:185)
Bulan Ramadhan selain dikenal dan dimuliakah Alllah dengan ibadat puasa wajib, juga dikenal dan dimuliakan Allah dengan menurunkan Al-Quran.
Tujuan ibadat puasa adalah untuk mencapai taqwa, sementara Al-Quran merupakan pedoman dan petunjuk bagi manusia untuk mendapatkan taqwa (QS.2:2). Karena itulah Allah sengaja menurunkan Al-Quran pada bulan Ramadhan sebagai bekal taqwa yang merupakan tujuan ibadah puasa dan tujuan ibadah pada umumnya (QS.2:21).
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS.Al-Baqarah 2:183)
Tujuan ibadah puasa adalah untuk mencapai derajat Taqwa. Orang yang bertaqwa adalah orang yang imannya senantiasa aktif membentuk dirinya, sehingga dia tetap istiqamah (konsisten) dalam beribadat, berakhlaq mulia dan terjauh dari segenap dosa dan maksiat.
Banyak orang yang telah berulang kali puasa tiap tahun, ada yang sudah belasan kali, bahkan ada yang sudah puluhan kali berpuasa, namun taqwa masih jauh dari kehidupannya, imannyatidak aktif, ibadatnya tidak istiqamah, dan akhlaqnya jauh dari mulia, perbuatan dosa masih mengotori dirinya, yang diperdapatnya dari ibadah puasa hanya lapar dan haus saja.
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit,(QS.Thaha 20:124)
Ayat ini memberikan peringatan keras kepada mereka yang berpaling daripada dzikrullah bahwa mereka akan merasakan kehidupan yang sempit..Yang dimaksud dengan berpaling dari dzikrullah dalam ayat ini adalah :
Siapa yang berpaling dari zikrullah yang Maha Rahman, kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.(QS.Az-Zukhruf 43:36).
Apabila seeorang berdzikir maka ia akan dekat dengan Allah dan mendapatkan belaian kasih sayang rahmat dan perlindungan Allah swt..Dari sisi lain, bila seorang berdzikir maka syetan dan iblis akan jauh dari syetan dan iblis,karena apabila syetan dan iblis mendengar dzikir diucapkan seorang hamba Allah, maka syetan dan iblis itu merasa disemprot dengan semprot api.