Ahmad Fachrurrozi dilahirkan di Jakarta, pada tanggal 21 April 1979, dari pasangan suami-istrialm. Muhammad Sa’id dan almh. Sri Suhanimah. Pendidikan dasar dijalani di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) al-Ma‘mur, Jakarta-Pusat (1986-1991), selain menjalani sekolah MI di pagi hari, pada petang hari juga menjalani sekolah agama tingkat dasar pada Madrasah Diniyyah Awwaliyyah al-Ma’muriyyah, Jakarta-Pusat (1987-1991). Kemudian melanjutkan sekolah tingkat pertama di MTs NU Putera II (1991-1994), di Pondok Buntet-Pesantren, Cirebon, lalu melanjutkan sekolah lanjutan tingkat atas di Madrasah Aliyah Ke-agamaan (MAK) NU Pondok Buntet-Pesantren, Cirebon (1994-1997), yang waktu itu masih dipimpin oleh alm. KH. Abdullah Abbas. Beberapa kyai Pondok Buntet-Pesantren yang sangat berpengaruh dalam memberikan ilmu-ilmunya adalah alm. KH. Hafash Abdul Karim, mulai tahun 1991 beliau mengajarkan cara membaca Al-Qur’an sesuai aturan menurut qira’at (bacaan) Imam Hafash bin Sulaiman, salah satu riwayat Imam ‘Ashim bin Abi an-Najud al-Kufiy ‘ala thariqi (mengikuti jalan) asy-Syathibiyyah Kemudian mengulangi dan melanjutkan pengajian Al-Qur’an kepada KH. Jirjis ‘Umar Yu‘tho, alhamduliilah Al-Qur’an dapat di-khatam-kan dan memperoleh ijazah Al-Qur’an bin nadzor (dengan cara melihat, bukan menghafal) menurut qira’at Imam Hafash bin Sulaiman. Kyai lain yang banyak memberikan lmunya adalah KH. Cecep Ahmad Nidzomuddin, beliau banyak mengajarkan ilmu Nahwu dan Sharraf (tata bahasa Arab), beliau seorang lulusan Ma‘had al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Jatim. Masih ada satu lagi yaitu KH. Thobroni Muta‘ad, seorang ahli faro’idh (ilmu waris dalam Islam), darinya diajarkan dasar-dasar ilmu Fiqh (hukum Islam). Beliau seorang lulusan dan termasuk santri pertama Ma‘had al-Anwar, Pondok Pesantren Sarang, Rembang, Jateng. Setelah menamatkkan MAK, kemudian melanjutkan penyantrian pada tahun 1997-2001 di Madrasah Riyādah al-‘Uqūl (MISRIU), Ma‘had al-Falah, Pondok Pesantren Ploso, Mojo, Kediri, Jatim, di bawah asuhan KH. Zainuddin Jazuli dan KH. Nurul Huda Jazuli. Selasai menyantri, pada tahun 2001 kembali kebangku sekolah formal, dengan kuliah di Jurusan Mu‘amalah (Hukum Bisnis Islam), Fakultas Syari‘ah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, lulus pada semester IX, tahun 2006 dan memperoleh gelar Sarjana Hukum Islam (SHI).
" Dan bagi tiap-tiap umat ada qiblat-nya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. " QS. al-Baqarah: 148. [1]
Telah disampaikan pada Pengajian Rabu, 10 Sep 2009. Ba’da Shubuh di Masjid Nurul Yaqin
باب في التفكر في عظيم مخلوقات الله تعالى وفناء الدنيا وأهوال الآخرة وسائر أمورهما وتقصير النفس وتهذيبها وحملها على الاستقامة
Ber-tafakkur akan Keagungan Makhluk-makhluk Allah SWT, Dunia Fanaa’, Kesukaran-kesukaran di Akhirat, Perkara Lain di Dunia dan Akhirat, serta Keteledoran Jiwa, juga Pendidikan Jiwa dan Membawanya untuk Bersikap Istiqaamah
بسم الله الرّحمن الرّحيم * الحمد لله ربّ العالمين * أشهدُ أن لاّ إلهَ إلاّ اللهُ و حدَه لا شريكَ له * وأشهدُ أنّ محمّدًا عبدُه و رسولُه * اللّهمّ صلِّ علىٰ سيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَىأٰلِ سيّدِنَا مُحَمَّد ٍ فِيْ الْأَوََّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ * اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا بَلَاغَةَ فَهْمِ النَّبِيِّيْنَ ، وَ فَصَاحَةَ حِفْظِ الْمُرْسَلِيْنَ ، وَسُرْعَةَ إِلْهَامِ مَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ* أَمَّا بَعْدُ *
I. MUQADDIMAH
Beberapa kesempatan yang telah terlewat, penulis mendapat pertanyaan mengenai kedudukan Tsa’labah bin Hathib, alhamdulillah, telah terjawab secara verbal dengan berbagai diskursusnya dan bagaimana cara mengambil sikap terhadap hal tersebut dan dengan menuturkan hikmah dari cerita Tsa’labah. Tulisan ini diturunkan dengan mengedepankan ikhthiyaath (kehati-hatian) untuk tidak menjastifikasi atau mengadili siapapun, baik para sahabat, para rijaalulhadits (orang-orang yang terlibat dalam sanadhadits), para mufassirin (ulama’ ahli tafsir Al-Qur’an) atau para muhadditsin atau para (ulama’ ahli hadits). Sungguh ilmu yang dimliki tidak sebandimg dengan beliau-beliau.
Dalam tulisan ini dikutipkan secara langsung pendapat Imam Ibni Katsir dari kitab aslinya (dalam Bahasa Arab) dan pendapat ulama’-ulama’ lain yang disertai terjemah murad dari penulis (maksud hal tersebut adalah agar terjemahan penulis dapat terkoreksi pembaca, baik secara teks mufradaat (kosa kata), siyaaqal-kallaam (konteks kalimat) nahwu (linguistik) atau sharraf (morfologi) atau apakah independen, tendensius atau mempunyai kecenderungan pribadi?
Sebaga akhiul kallam mohon maaf. Semoga dapat bermanfaat dengan mendudukan perkara tetap pada tempatnya dan keseimbangan perspektif terhadap sebuah diskursus. Selalu ditunggu tegur sapa terhadap segala keliru dan khilaf. Wallahu a‘lam bi ash-shawwab.
Pembahasan selengkapnya (File : Diskursus Tsa'labah bin Hathib.pdf), sebanyak 15 halaman ini bisa di DownLoad di Menu Utama (Download MP3 - File) website ini .
هبسم الله الرّحمن الرّحيم * الحمد لله ربّ العالمين * أشهدُ أن لاّ إلهَ إلاّ اللهُ و حدَه لا شريكَ له * وأشهدُأنّ سيّدنامحمّدًا عبدُه و رسولُه * اللّهمّ صلِّ علىٰ سيّدِنا محمدٍ * و علىٰ أ ٰلهِو أصحابهِ أجمعين
*Muqaddimah
Melanjutkan tulisan sebelumnya mengenai fiqh (hukum Islam), dengan menerjemahkan kitab “at-Tadzhiib fii Adillati Matni al-Ghaayah wa at-Taqriib al-Masyhur bi Matni Abiy Syujaa‘fii Fiqhi asy-Syafi’iy,”karya Dr. Musthofa Dieb al-Baghaa, halaman sebelas sampai dua belas, pasal mengenai menyamak kulit dan pasal mengenai keharaman menggunakan emas dan perak sebagai wadah atau perkakas.Mohon maaf terhadap segala kekurangan serta kesalahan dan semoga bermanfaat.
بسم الله الرّحمن الرّحيم * الحمد لله ربّ العالمين * أشهدُ أن لاّ إلهَ إلاّ اللهُ و حدَه لا شريكَ له * وأشهدُأنّ محمّدًا عبدُه و رسولُه * اللّهمّ صلِّ علىٰ سيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَىأٰلِ سيّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا لَا نِهَايَةَ لَكَمَالِكَ وَعَدَدَ كَمَالِهِ ٍ *
MUQADDIMAH
Beberapa kesempatan yang telah lama terlewat, saya mendapat permintaan dari ketua DKM MJNY, “Om, materi khutbah yang kemarin boleh-lah dimasukan di website ( tentu dengan logat sundanya yang kental, hehehe ).” Alhamdulillah, materi tersebut masih ada.Setelah dicoba untuk mengubah formatnya, dari aslinya yang berformat narasi menjadi diksi, tetapi tetap terasa jauh dari sempurna, maka mohon maaf yang seluasnya.
Dalam perubahan tersebut juga menaggalkan detail arkaan al-khutbatain dan khutbah bahasa Arab yang merupakan khutbah ke dua. Selain ada penanggalan terdapat pula penambahan foot note. Akhir kata, semoga bermanfa’at. Amin.