Nama Lengkap : Rahmat Arafah ATempat Tgl Lahir: Madinah, 30 Mei 1982E-Mail: arafahalmadany@gmail.comMotto: Inovasi Tanpa Henti Dalam Setiap Gerak dan LangkahAlamat saat ini: International Islamic Call Collage Tripoli Libya, Po Box 86072
Pendidikan:November 2006 – Sekarang : International Islamic Call Collage Tripoli Libya.2004-2006: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jurusan Ekonomi dan Perbankan Islam1996-2002: Pondok Modern Darussalam, Gontor Ponorogo Jawa Timur.Organisasi:2009-2011: Anggota Majelis Pendidikan dan Perkaderan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Libya 2008-sekarang: Perintis dan Koordinator Umum Indonesian Student Islamic Economic Forum di Tripoli Libya (ISIEF)2008-2009: Katua Departemen Kaderisasi Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia Tripoli Libya2006: Ketua Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia, Unit IX Univ. Muhammadiyah Yogyakarta (KSR PMI)2006: Ketua I Forum Silaturrahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), Daerah Istimewa Yogyakarta2005-2006: Ketua Umum Himunan Mahasiswa Jurusan,Ekonomi dan Perbankan Islam Univ. Muhammadiyah Yogyakarta.2005-2006: Ketua Umum Research and Development, Islamic Economic Forum Yogyakarta.2005-2006: Anggota Departement Kajian Sahabat Perpustakaan, Univ Muhammadiyah Yogyakarta2005-2006: Staff Ahli Mentri Pengembangan Sumber Daya, Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Univ. Muhammadiyah Yogyakarta (BEM –U)2004-2006: Anggota Sahabat Perpustakaan,Daerah Istimewa YogyakartaPengalaman Kerja:2002-2004: Dewan Pengajar di Darunnajah II Cipining Bogor Jawa Barat.2004-2006: Relawan Palang Merah Indonesia Cabang Yogyakarta.
Sebaik-baik pergaulan di kalangan umat Islam yaitu apabila bertemu saudaranya, dia menunjukkan tingkahlaku dengan perwatakan yang baik, manis muka serta menerima dengan penuh rasa gembira yang tidak terhingga. Reaksi seperti ini amat disukai oleh Allah dan Rasul-Nya, dan besar artinya di sisi syariat Islam serta mendapat ganjaran pahala yang banyak. Rasulullah s.a.w. melarang umatnya menghina atau memandang rendah dan memperkecilkan orang lain ketika bertemu, dengan sabdanya:
”Jangan sekali-kali kamu menghinakan sesuatu yang baik dan kalaulah kamu bertemu saudaramu hendaklah dengan muka yang manis.” (Riwayat Muslim)
Orang yang berilmu menurut Ibnu Taimiah adalah, orang-orang yang memuliakan Allah, mengikuti perintahNya, menjauhi larangan-larangannya serta tidak melampaui batas-batas yang sudah ditetapkan oleh Allah.
Sedangkan orang yang bodoh, yaitu orang yang melakukan keburukan, serta melakukan dosa-dosa dan enggan untuk menunaikan kewajiban kepada Sang pencipta.
Maksud dan tujuan Allah menciptakan manusia ini dimuka bumi tak lain dan tak bukan adalah semata-mata untuk mengabdi kepadaNya.Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat …….
Bentuk pengabdian seorang hamba kepada sang pencipta adalah dengan selalu senantiasa menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah Rasululah sebagai pedoman hidup.
Dinamika atau perubahan merupakan suatu kenyataan yang tidak bisa kita bantah dan telah menjadi sifat dasar dari segala yang ada dimuka bumi ini, termasuk juga makhluk-Nya yang diberi kelebihan dengan akal dan pikiran serta dengan adanya hawa nafsu, itulah manusia. Dunia selalu berubah dan berganti layaknya perputaran sebuah roda kehidupan yang tanpa sadar maupun tidak sadar, itu semua akan dan telah kita lewati. Siapa sangka kehidupan tanpa terasa semakin cepat berubah mengikuti perkembangan zaman sebagai sebuah realitas duniawi.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan guna mencari hamba ahli berzikir. Jika mereka mendapati kaum yang selalu berzikir kepada Allah SWT, mereka menyerunya, “serukanlah kebutuhan kalian”. Kemudian mereka membawanya dengan sayap-sayapnya ke atas langit bumi. Lalu mereka ditanya oleh Rabb-nya (Dia Maha Mengetahui). Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?. Para malaikat menjawab, mereka menyucikan dan mengagungkan Engkau, memuji dan memuliakan Engkau. Allah berfirman, apakah mereka melihat-Ku? Para malaikat menjawab, tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu. Allah berfirman; Bagaimana kalau mereka melihat Aku? Para malaikat berkata, kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau. Allah SWT berfirman, apa yang mereka minta? Para malaikat berkata, mereka memohon surga kepada-Mu.
Tubuh umat merupakan satu sosok makhluk hidup, yang dapat menderita penyakit dan gangguan, seperti halnya tubuh seorang individu. Begitu pula halnya pemerintah berusaha memelihara individu dan masyarakat dari ancaman penyakit yang berbahaya dan gangguan buruk, begitu juga syari'at dan peradaban-peradaban yang tinggi berusaha menjaga masyarakat dari penyakit-penyakit sosial dan moral. Sehingga tubuh umat terus terpelihara dari penyakit; kuat, kokoh, dapat menjalankan kewajibannya dengan penuh vitalitas, mampu menghadapi kesulitan dengan tegar, dapat hidup dengan mulia, tangguh daya tahannya, mulia tujuannya, terpuji akhlak dan nama baiknya, menikmati keamanan yang menyeluruh, dan memiliki kebahagiaan yang dirasakan oleh seluruh manusia. Sehingga dalam ketentraman dan ketinggian ruhani, mereka laksana malaikat langit yang tidak merasakan takut dan kesedihan. Karena mereka telah berusaha dan bertawakkal kepada Allah.