| RINGKASAN CERAMAH ISRO' MI'ROJ |
|
|
| Tuesday, 28 August 2007 | |
|
Ahad, 26 Agustus 2007 - di MJNY سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Isra’ : 1 ) Setelah memuji dan bersyukur kepada Allah Swt dengan membaca : الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ Bersholawat kepada Rasul Muhammad Saw, beliau mengajak untuk “meluruskan niat” terlebih dahulu agar amal tidak sia-sia atau tertolak oleh Allah Swt. Untuk selalu bersyukur kepada Allah Swt yang telah meringankan langkah kaki menuju Rumah Allah (Masjid). Sebab menurut sebuah keterangan sebuah hadits, sesungguhnya Allah SWT mempunyai malaikat-malaikat yang ditugaskan khusus untuk terus berkeliling di muka bumi dan mencari siapa diantara hamba-hambaNya, diantara makhluq-makhluqNya yang berkumpul untuk Mengagungkan kebesaran Allah Swt serta mencari RidloNya. Jika salah satu di antara malaikat itu telah bertemu dengan sekelompok manusia yang berkumpul untuk mengagungkan Asma Allah, maka dia akan berteriak kepada yang lain : هَلُمُّوا إِلىَ حَاجَتِكُمْ “Kemarilah menuju hajat yang kalian cari.” Subhanallah, kalau hajat kita sebagai manusia adalah mencari nafkah, maka hajatnya para malaikat ini adalah mencari kita yang sedang mengenang kebesaran Allah. Semoga saat ini para malaikat sudah mulai berdatangan menyinari cahaya majelis ilmu ini. Amin. Tahun-tahun ke-9, 10 dan 11 dari tahun Kenabian , merupakan tahun yang sangat berat bagi Nabi Saw dan para pengikutnya. Tahun ini disebut juga dengan tahun kesedihan / duka cita. Cobaan yang sangat berat itu , antara lain :
Namun karena Iman yang tertanam di hati Nabi Saw dan para pengikutnya saat itu sudah benar-benar tertanam maka tidak gentar sedikitpun didalam melalui ujian yang sangat berat. Mereka sangat mengimani dalam sebuah hadits yang disebutkan bahwa Allah Swt jika mencintai hambaNya, pasti akan mengujinya. Juga dalam Quran Surah Al Insyiroh : إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “Sesungguhnya beriringan dengan kesulitan pasti datang kemudahan” Maka buah dari kesabaran itu adalah, dibawanya Nabi Muhammad SAW dalam sebuah perjalanan suci ke tempat yang jauh dan diangkat sampai menembus tujuh lapis langit terus ke Sidratul Muntaha. Di dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan bhw Nabi Saw saat itu sedang tertidur di dalam Masjidil Haram berdekatan dengan Hajarul Aswad. Kemudian ia didatangi oleh Malaikat Jibril dan Mikail untuk di bedah dan di cuci seluruh hatinya dengan air zam-zam, sehingga sifat-sifat buruk , jahat , iri dengki dan penyakit hati lainnya dibersihkan. Saat itu malaikat Mikail memegang sebuah bejana dari emas yang dipenuhi dengan Iman dan Hikmah. Maka kemudian isi bejana emas itu dituangkan ke dalam hati Rasulullah SAW. Ini adalah pencucian yang kedua , sedangkan yang pertama adalah sewaktu Nabi Saw masih kecil yang saat itu diasuh oleh Halimatus Sa’diyah. Saat itu hati Nabi dibersihkan dan diisi dengan Rahmat (cinta dan kasih sayang). Sehingga yang ada dalam hati Nabi hanyalah Cinta dan Kasih Sayang. Ini juga selaras dengan ayat al-Quran yang menyatakan bahwa Nabi Saw diutus sebagai rahmatan lil ‘alamin (cinta dan kasih sayang untuk seluruh alam). Kemudian setelah pencucian ini maka Nabi dengan kendaraan Buroq dibawa menuju Masjid Al Aqsho , sesampainya disana sdh menunggu para Nabi dan Rasul untuk melaksanakan shalat berjamaah dan Nabi Saw sebagai Imamnya. Ibnu Katsir berpendapat bahwa sholat berjamaah bersama para Nabi dan Rasul ini justru terjadinya ketika Nabi Muhammad SAW turun dari Mi’raj. Dari Masjid Al Aqsho, Nabi Saw kemudian menuju langit Pertama di mana baginda bertemu dengan Nabi Adam AS. Pada langit kedua beliau berjumpa Nabi Yahya dan Nabi Isa AS. Pada langit ketiga beliau SAW berjumpa dengan Nabi Yusuf AS. Pada langit keempat beliau bertemu dengan Nabi Idris AS. Pada langit kelima beliau SAW berjumpa dengan Nabi Harun AS. Pada langit keenam beliau SAW berjumpa dengan Nabi Musa AS dan pada langit ketujuh beliau berjumpa dengan Nabi Ibrahim AS yang sedang bersandar ke Baitul Ma’mur, tempat tawafnya para malaikat di langit. Seluruh para Nabi dan Rasul itu menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Akhirnya Jibril pun membawa baginda sampai ke Sidratu Muntaha. Di sanalah Jibril berubah dari bentuk manusia kepada bentuk aslinya; Malaikat besar yang sayapnya memenuhi ufuk dan berjumlah 600 sayap. Di sanalah Malaikat Jibril yang menyertainya menyatakan tidak sanggup lagi untuk naik lebih tinggi daripada itu. Maka Nabi pun melanjutkan perjalan sendiri menuju ‘Arasy Allah Swt. Disebutkan oleh Ust H. Arsil Ibrahim juga menerangkan panjang lebar dari sisi keilmuan science saat ini bagaimana tentang kecepatan cahaya, jarak antara bumi dengan langit pertama dan juga penjelasa teori-teori Relatifitas. Yang sangat tidak memungkinkan akal manusia untuk menghitung bahkan menjangkau Kebesaran dan Kekuasaan Allah Swt. Dalam salah satu hadits, Nabi menjelaskan serta menganalogikan besarnya langit pertama dibandingkan luasnya langit kedua bagaikan sebuah cincin yang diletakkan di tengah padang pasir yang sangat luas. Demikian juga langit kedua berbanding langit ketiga dan seterusnya. Sampai akhirnya Nabi melihat betapa seluruh alam ini dibandingkan dengan besarnya ‘Arsy Allah hanyalah bagai sebutir cincin yang diletakkan di tengah padang pasir. Allahu Akbar Allah Maha Besar. Tidak terbayang oleh kita betapa besarnya Allah Al-Khaliq yang menciptakan ‘Arsy. Pada bagian penutup dan kesimpulan Ust. Arsil, menjelaskan , bahwa ada 3 hal yang sangat penting dan sangat inti dari perjalanan Nabi Isro dan Miroj ini adalah oleh-oleh yang dibawa beliau untuk ummmatnya , yaitu :
Penjelasan :
Bagi orang yang mengerjakan sholat lima waktu secara berjamaah di masjid maka ada jaminan dari Allah dan Rasulullah terhadap keimanannya. Adapun kesaksian Allah terhadap kesempurnaan iman orang yang selalu memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah adalah pada ayat berikut: Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. ( at-Taubah 9: 18 )Dan kesaksian Rasulullah SAW terhadap keimanan orang yang biasa berjamaah di masjid adalah pada hadits: إذا رأيت رجلا يعتاد المسجد فلا تشكوا في دينه. وفي رواية في أيمانه. Jika kamu melihat seseorang membiasakan dirinya untuk sholat berjamaah di masjid maka jangan ragukan agamanya. Dalam riwayat yang lain: jangan ragukan keimanannya. Marilah agar kiranya Allah dan RasulNya menjadi saksi atas keimanan kita sehingga kita selamat dari jilatan api neraka, marilah kita makmurkan masjid Allah dengan senantiasa istiqamah melaksanakan sholat berjamaah. عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : صلاة الرجل في جماعة تضعف على صلاته في بيته وفي سوقه خمسا وعشرين ضعفا. وذلك أنه إذا توضأ فأحسن الوضوء ثم خرج إلى المسجد لا يخرجه إلا الصلاة لم يخط خطوة إلا رفعت له بها درجة وحط عنه بها خطيئة. فإذا صلى لم تزل الملائكة تصلي عليه ما دام في مصلاه ما لم يحدث: اللهم صل عليه اللهم ارحمه. ولا يزال في صلاة ما انتظر الصلاة. (رواه البخاري ومسلم) Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda: Sholat seseorang secara berjamaah dilipatgandakan Allah dibandingkan sholatnya di rumah atau di pasar sebanyak 25 kali. (riwayat yang lain 27 kali). Jika seseorang itu berwudhuk dengan sebaik-baiknya kemudian keluar dari rumahnya menuju masjid hanya untuk melaksanakan sholat, maka setiap langkahnya menaikkan derajatnya dan langkah yang lain menggugurkan dosa-dosanya. Jika ia sholat maka para malaikat terus mendoakannya selama ia berada di masjid dan belum batal wudhuknya. (Doa para malaikat itu demikian): “Ya Allah berikanlah kesejahteraan kepadanya dan sayangilah ia.” Dan orang itu masih tetap dianggap sedang bersholat selama ia menunggu datangnya waktu sholat (di masjid). H.R. Bukhari dan Muslim. عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من صلى لله أربعين يوما في جماعة يدرك التكبيرة الأولى كتب له براءتان براءة من النار وبراءة من النفاق. (رواه الترمذي) Dari Anas bin Malik r.a. dari Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang melaksanakan sholat hanya karena Allah selama 40 hari secara berjamaah dengan tidak ketinggalan takbir pertama (bersama Imam) maka ditetapkan atasnya dua pembebasan: pertama pembebasan dari api neraka, dan kedua pembebasan dari kemunafikan. (HR. Tirmidzi) عن ابن عباس رضي الله عنهما أنه سئل عن رجل يصوم النهار ويقوم الليل ولا يشهد الجماعة ولا الجمعة فقال: هذا في النار. (رواه الترمذي) Dari Ibnu Abbas r.a. bahwasanya Rasulullah SAW ditanya mengenai seseorang yang berpuasa pada siang hari, beribadah pada malam hari tetapi ia tidak mau datang untuk sholat jamaah juga tidak sholat Jum’at. Maka bersabda Rasulullah SAW: orang itu dalam neraka. ( HR. Tirmidzi ) "Ustadz Arsil adalah Salah satu dewan Asatidz dan Pengasuh Kajian Sirah Nabawiyah di MJNY, Setiap Malam Sabtu Ba'da Isya' Berjamaah pada Minggu ke 1 dan ke 3 |
| < Prev |
|---|












