Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.(QS.Al-Baqarah 2:261.
Al-Quran sering menggambarkan sesuatu dengan perumpamaan sehingga lebih mudah untuk difahami dan lebih berkesan dalam hati. Mari kita lihat ayat diatas, jika Allah mengatakan umpamanya : Orang yang berinfaq pada jalan Allah akan mendapatkan pahala tujuh ratus kali lipat, maka maka kesannyabiasa saja. Akan tetapidengan mengatakan bahwa orang yang berinfaq itu ibarat orang yang menanam sebuah benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan tiap tangkai menghasilkan seratus buah, maka terasa sangat hidup, mudah difahami danmengesankan dalam hati.
Dengan demikian jelas bahwa ayat diatas adalah merupakan sebuah perumpamaan, karena itu jangan difahami bahwa apabila seseorangberinfaq seribu rupiah maka dia akan mendapatkan uang pula 700 X 1000 = Rp.700.000,- Tujuh ratus kali lipat yang dijanjikan Allah adalah merupakan tabungan untuk hidup yang abadi dan diridhai Allah swt, diakhirat kelaksebagaiman diungkapkan dalam sebuah hadits :
عن ابن مسعود قال: جاء رجل بناقة مخطومة فقال يا رسول الله هذه فى سبيل الله فقا ل لك بها يوم القيامة سبعمأة ناقة (رواه مسلم)
Ibnu Mas’ud berkata : Ada seorang laki laki yang datang menemui Nabi saw. dengan seekor Unta yang terikat dengan tali. Orang itu berkata pada Rasulullah, wahai Rasullah! Unta ini saya infaqkan pada jalan Allah. Maka Rasulullah menjawab: Engkau akan mendapatkan ganjaran tujuh ratus Unta dihari kiamat (akhirat) kelak. (HR.Muslim. Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir 1:237).
Mereka yang berinfaq untuk mengharapkan balasan materi yang berlipat ganda didunia akan menyesal diakhirat kelak karena dia tidak akan mendapatkan balasan diakhirat (QS.Al-Baqarah 2:200. ) Siapa yang berinfaq/ beramal karena mengharap ridha Allah dan kebahagiaan diakhirat akan dapat bonus didunia, dan siapa yang mengharapkan balasan didunia, tidak akan dapat balasan diakhirat. (QS.Asy-Syura 42:20). Demikianlah, dengan infaq kita hanya mengharap ridha Allah swt.