| Y A T I M |
| Written by H. Fahmi M Fadhil | |
| Monday, 14 December 2009 | |
|
Diriwayatkan dari Abu Darda’ ra bahwa seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah SAW mengadukan hatinya yang keras, maka beliau saw bersabda, “Apakah kamu suka jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah ia makan dari makananmu niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhamu terpenuhi.” HR. Ath-Thabrani [Lihat Al-Matjar Ar-Rabih oleh Al-Hafizh Ad-Dimyathi No.1509] Hadits 2 “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” [HR. Abu Ya'la dan Thobroni, Shohih At Targhib, Al-Albani : 2543]. Hadits 3Suatu ketika Saib bin Abdulloh rodhiyallohu ‘anhu datang kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, maka Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya :. “Wahai Saib, perhatikanlah akhlak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam kejahiliyahan, laksanakan pula ia dalam masa keislaman. Jamulah tamu, muliakanlah anak yatim, dan berbuat baiklah kepada tetangga.” [HR.Ahmad dan Abu Dawud, Shohih Abu Dawud, Al-Albani : 4836].
Dalam sebuah atsar disebutkan riwayat dari Daud ‘alaihissalam, yang berkata : “Bersikaplah kepada anak yatim, seperti seorang bapak yang penyayang.” [HR. Bukhori]
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id Al Qaththan dari Ibnu 'Ajlan dari Sa'id bin Abu Sa'id dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah menetapkan sanksi atas hak dua orang yang lemah, yaitu hak anak yatim dan hak seorang wanita." [No. Hadist: 3669 | Sumber: Ibnu Majah | Kitab: Adab, Bab: Hak anak yatim]
"Sebaik-baik rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk. [No. Hadist: 3670 | Sumber: Ibnu Majah | Kitab: Adab, Bab: Hak anak yatim ]
Mengurus atau menjaga serta mengayomi anak yatim memiliki berbagai keutamaan, diantaranya : - Allah akan menyelamatkan ia dari berbagai kesusahan di hari kiamat serta diberikan kegembiraan dikala manusia yang lainnya mengalami kesulitan. Allah berfirman : "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan……. Sesungguhnya kami takut akan siksa Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan, Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati" (Qs. Al Insan: 8-11) - Pengurus anak yatim akan bersama Rasulullah SAW tinggal dalam surga, hal ini sebagaimana sabda beliau: "Aku dan yang mengurus anak yatim di surga seperti ini, beliau memberikan isyarat dengan kedua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari kelingking" (HR. At Tirmidzi) - Melembutkan hati yang keras, hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah t ia berkata : "Sesungguhnya seseorang datang mengadu kepada Rasulullah SAW atas keras hati yang dialaminya, beliau bersabda : “Usaplah kepala anak yatim dan beri makanlah orang-orang miskin". (HR. Ahmad)
- Mengurusi dan menggauli mereka dengan baik, Allah berfirman: "Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik dan jika kalian menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu". (Qs. Al Baqoroh:220) - Menjaga harta mereka hingga baligh, kemudian menyerahkannya ketika mereka sudah mencapai usia nikah atau baligh. Imam Malik dan yang lainnya berkata: Allah berfirman : "Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya, dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan (dan janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (diantara pemelihara itu mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim (Qs.An Nisa:6) Ancaman bagi orang yang mengabaikan hak-hak anak yatim - Orang yang mengabaikan hak-hak anak yatim baik dengan cara menzaliminya atau tidak mengurusinya adalah pendusta terhadap agama, Allah berfirman : "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim". (Qs. Al Maa'un:1-2 ) Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: Menghardik anak yatim adalah dengan cara, memaksanya, menzalimi haknya, tidak memberi makanan dan tidak berbuat baik kepadanya. - Orang yang memakan harta anak yatim secara zalim termasuk salah satu dosa besar, Rasulullah bersabda: "Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang menghancurkan (amal sholeh), mereka bertanya : Wahai Rasulullah dosa apakah itu? Beliau menjawab : Mempersekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, menuding zina perempuan mukmin yang terjaga". (HR.Bukhari-Muslim) - Orang yang memakan harta anak yatim dengan cara zalim adalah bagaikan orang yang menelan api dan Allah akan dimasukkannya ke dalam neraka, Allah berfirman : "Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk kedalam api yang menyala-nyala (neraka). (Qs.An Nisa:10). Wallahu A'lam
Semoga pembahasan yang singkat ini bisa menggugah hati kita untuk bisa lebih mengasihi dan menyayangi mereka, salah satunya dg menyantuni mereka., walaupun belum setaraf dan belum bisa maksimal dengan mengurusi mereka secara total, melindungi dan memelihara mereka sampai akil baligh. WallahuA'lam Bisshowab
Email : This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it SMS : 08151806298 Telp : 021-70911172
|
| < Prev | Next > |
|---|











