HALAMAN DEPAN  
Tuesday, 07 September 2010
Share |
boycot israel.JPG
MENU UTAMA
HALAMAN DEPAN
MASJID JAMI' NURUL YAQIN (MJNY)
MAJLIS TA'LIM NURUL YAQIN (MTNY)
TPA/TPQ NURULYAQIN
NEWS & INFO
LAPORAN KEUANGAN
ARTIKEL NURULYAQIN
TAUSIAH
GALERY FOTO
CERPEN ISLAMI
KOLOM USTADZ
UST. DR. H. SUHAIRY ILYAS. MA
UST. H. ARSIL IBRAHIM, MA
UST. DR. H. AYUB ROHADI. M.Phil
UST. ATANG ABDUL LATIF
UST. SYARIFUDDIN JATNIKA, Lc
UST. H. M. ADIH AMIN. MA
UST. H. WAWAN A KAMIL, MA
UST. AHMAD FACHRURROZI. SHI
UST. RAHMAT ARAFAH A
KONSULTASI & TANYA JAWAB
DOWNLOAD CERAMAH
TAFSIR AL-QUR'AN
CERAMAH TAFSIR AL-QURAN
MENU PENGUNJUNG
BUKU TAMU
 
ADMINISTRATOR
salaman.JPG

shoutmix

Mau dapat SMS Nasihat dari Al-Qur’an, Hadits, dan juga Motivasi ibadah Gratis... Daftar dengan SMS Nama, Alamat, No HP kirim ke 0813- 8448. 3838 atau 0858- 1110. 8040 Semoga bermanfaat......Mau dapat SMS Nasihat dari Al-Qur’an, Hadits, dan juga Motivasi ibadah Gratis... Daftar dengan SMS Nama, Alamat, No HP kirim ke 0813- 8448. 3838 atau 0858- 1110. 8040 Semoga bermanfaat......Mau dapat SMS Nasihat dari Al-Qur’an, Hadits, dan juga Motivasi ibadah Gratis... Daftar dengan SMS Nama, Alamat, No HP kirim ke 0813- 8448. 3838 atau 0858- 1110. 8040 Semoga bermanfaat......
bannerramadhan.JPG
Gallery Ramadhan 1431 H - Masjid Jami' NURUL YAQIN [MJNY]
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
  • Ramadhan 1431 H, Masjid Jami' NURUL YAQIN
Bersatu dalam Aqidah,Toleransi dalam Khilafiyah, Berjamaah dalam Ibadah, Konsisten dalam Berdakwah, Santun dalam Bermu'amalah
ZAKAT1431.JPG
KH. Sya'roni Ahmadi, Kudus - Jawa Tengah
Written by Administrator   
Tuesday, 09 February 2010

ImagePotret Seorang Pendidik Agama Yang Ulung

Terlahir dari keluarga santri, sejak kecil kiai Sya’roni dikenal sebagai anak yang gandrung mengkaji agama, mulai dari al-Quran sampai tauhid, fikih, tasawuf dan sebagainya. Terbukti, meskipun berasal dari keluarga dari ekonomi pas-pasan, beliau rajin mengikuti pengajian-pengajian yang diadakan di sekitar kota Kudus. Sya’roni kecil termasuk anak yang cerdas. Pada usia 11 tahun berliau sudah hafal kitab Alfiyah Ibnu Malik bahkan hafal al-Quran pada usianya yang ke-14.

Kiai Sya’roni merupakan anak yang ke tujuh dari delapan bersaudara. Beliau ditinggalkan ibundanya semenjak kecil tepatnya ketika berusia 8 tahun. Sepeninggal ibunya kiai Sya’roni di asuh oleh sang ayah. Namun masa ini pun tidak berlangsung lama. Karena menginjak usiannya yang ke 13 tahun, kiai Sya’roni ditinggal oleh ayahnya. Lengkap sudah duka kiai Sya’roni karena sejak saat itu ia menjadi anak yatim piatu.

Dalam pendidikan formalnya beliau sempat mengenyam pendidikan di Madrasah Diniyah Mu’awanah di Madrasah Ma’ahid lama -(pada masa KH. Muchit). Sedangkan pendidikan non formalnya, baliau banyak belajar dari satu tempat ke tempat lain. Untuk belajar al-Qur’an utamanya Qira’ah al-Sab’iyyah berliau berguru kepada KH. Arwani Amin Kudus yang mengasuh pondok Yanbu’ul Qur’an. Beliau juga sempat berguru kepada KH. Turaikhan Ajjuhri. Sedangkan guru-gurunya yang lain adalah KH. Turmudzi dan KH. Asnawi dan lain-lain.

Kiai Sya’roni banyak dikenal sebagai sosok yang menguasai ilmu agama secara interdisipliner. Beliau tidak hanya mahir dalam ilmu tafsir, tetapi juga dalam ushul al-fiqh, fikih, mantiq, balaghah dan sebagainya. Dalam hal al-Qur’an, baliau tidak hanya pandai membacanya namun juga pintar melagukannya bahkan beliau menjadi dewan Musabawah Tilawatil al-Qur’an (MTQ) tingkat nasional.

Setelah sekian lama bergumul dengan ilmu dan pengajian-pengajian , kiai Sya’roni akhirnya menikah pada tahun 1962. Beliau menyunting seorang gadis bernama Afifah. Dari pernikahan itu beliau deianugerahi 8 anak putra, 2 anak laki-laki dan 6 anak perempuan.


Model dan Strategi Dakwah

Setelah sekian lama belajar, Kiai Sya’roni mulai berdakwah di masyarakat dalam usianya yang sangat muda. Dalam melaksanakan dakwah Islamiyah ini, Kiai Sya’roni menggunakan dua model. Pertama yakni model dakwah di masjid-masjid atau di sebuah rumah warga yang dijadikan tempat untuk mengaji; kedua adalah pengajian umum atau tabligh akbar.

Metode pertama ini biasanya dipakai dan dikonsumsi oleh masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Pengajian yang dilakukan sudah ditetapkan jadwalnya dan proses pengajarannya pun dilakukan secara berkesinambungan. Sedang model kedua biasanya dipakai untuk berdakwah di luar daerah. Hal ini karena di samping masalah waktu yang tidak memungkinkan untuk berdakwah dengan model pertama juga terkadang karena permintaan dari penduduk setempat.

Dalam melakukan dakwah Islamiyah, sekitar tahun 1960 sampai 1970-an, Kiai Sya’roni dikenal sebagai tokoh yang sangat keras. Apalagi saat itu adalah masa-masa meruyaknya ideologi komunisme yang dilancarkan PKI.

Gaya yang “keras” ini selalu dipakai Kiai Sya’roni dalam berbagai kesempatan karena keadaan waktu itu mengandaikan demikian. Baik ketika khutbah maupun pengajian umum atau tabligh akbar beliau selalu tampil dengan mengambil hukum yang tegas ketika dihadapkan pada suatu permasalahan yang terjadi dalam masyarakat (waqi’iyyah). Konon gaya seperti ini sering dipakai KH. Turaikhan dalam berdakwah.

Namun sekitar periode 1980-an, kiai Sya’roni mulai banting setir. Gaya dakwah yang selama ini dilakukan dengan nada keras dirubah total dengan memakai gaya yang melunak. Perubahan gaya dalam berdakwah ini dilakukan dengan pendekatan komparatif yakni merujuk kepada pergeseran masyarakat dari waktu ke waktu serta logika kebutuhan masyarakat yang tiap saat berubah. Karena masyarakat dari waktu ke waktu berubah maka metode berdakwah pun mesti berubah


Latar Politik

Zaman penjajahan Belanda Kiai Sya’roni sempat terlibat dalam perang perang gerilya dalam rangka pengusiran Belanda dari muka bumi Indonesia. Tahun 1965 yakni masa pemberontakan PKI Kiai Sya’roni juga merupakan salah seorang yang menjadi target operasi yang dilakukan oleh PKI. Hal ini karena Kiai Sya’roni merupakan sosok yang rajin berkampanye dan membuat pengajian-pengajian . Kiai Sya’roni dengan tegas menolak ideologi komunisme PKI.

Dalam konteks kepartaian, pada 1955 Kiai Sya’roni merupakan sosok yang rajin berkampanye untuk partai ka’bah. Sampai dengan tahun 1970-an kiai Sya’roni juga sering terlibat aktif dalam partai NU sampai akhirnya NU mengambil keputusan kembali ke Khittah 1926 dalam Muktamar Situbondo. Dan beliau merupakan orang NU yang mendukung kembali khittah NU 1926. Adapun pasca khittah NU kiai Sya’roni juga sempat terlibat di Partai persatuan Pembangunan (PPP). Namun beliau hanya bermain di belakang layar dan tidak berada di garis struktural kepartaian. Beliau cenderung mengambil posisi netral.

Langkah ini menjadikan kiai Sya’roni mampu diterima oleh semua kalangan. Hubungan dengan pemerintah daerah yang waktu itu didominasi oleh Golkar tetap terjaga dengan baik. Ditambah lagi dengan pembawaan beliau yang lunak dan halus. Baliau juga sangat menghindari kepentingan partai dalam setiap pengajian yang dilakukan. Kegiatan kultural kiai Sya’ronipun tetap berjalan dengan baik. Bahkan beliau menjadi sosok yang disegani, baik oleh pemerintah daerah maupun kelompok-kelompok yang lain.


Karya-Karya

Kiai Sya’roni merupakan sosok yang bukan hanya pandai membaca kitab dan berpidato, namun beliau juga tergolong produktif dalam berkarya. Tercatat beliau kerap menulis, mensyarah dan menterjemah beberapa kitab yang digunakan untuk mengajar. Kitab-kitab tersebut banyak dikonsumsi pleh madrasah-madrasah di kota Kudus. Adapun karya-karya tersebut adalah:

1.

Al-Faraid al-Saniyah                                                                                                         

 

Kitab ini banyak mengupas tentang doktrin ahlusunnah wal jama’ah. Penyusunan kitab ini konon diilhami oleh kitab Bariqat al-Muhammadiyah ‘ala Tariqat al-Ahmadiyah milik KH. Muhammadun Pondowan, Tayu, Pati yang saat itu rajin berpidato dan mengisi pengajian untuk menolak gerakan Muhammadiyah di kota Kudus. Kiai Sya’roni menulis kitab ini selama kurang lebih dua tahun.

 2. 

Faidl al-Asany

 

Kitab ini terbagi ke dalam tiga juz dan banyak membahas tentang Qira’ah al-Sab’iyyah.

 3.

Al-Tashrih al-Yasir fi ‘ilmi al-Tafsir

 

Kitab ini banyak mengupas tentang tafsir al-Qur’an mulai dari pembacaan, lafal-lafalnya, sanad, arti-arti yang berhubungan dengan hukum dan sebagainya. Kitab setebal 79 halaman ini ditulis pada tahun 1972 M/1392 H

 4. 

Tarjamah Tarsil al-Turuqat

 

Kitab ini membahas ilmu manthiq

 5.

Tarjamah al-Ashriyyah

 

Kitab ini membahas ilmu Ushul al-Fiqh yang banyak mengupas tentang lafadz ‘amm dan khas, mujmal dan mubayyan, ijma, qiyas dan sebagainya. Kitab ini disusun pada hari ahad siang tanggal 29 Juni 1986 M/21 Syawal 1406 H

 6.

Qira’ah al-Ashriyyah

 

Kitab ini terdiri dari tiga juz. Penyusunan kitab ini dimaksudkan, sebagaimana penuturan kiai Sya’roni, untuk memudahkan para santri atau para siswa dalam mempelajari kitab kuning.

 

Kekinian

Selama perjuangannya di Kudus, kiai Sya’roni telah memberikan banyak hal. Tradisi santri yang sekarang ini lekat dengan masyarakat Kudus rasanya tak bisa dilepaskan dari jasa beliau. Pengajian rumahan atau di masjid-masjid seperti di masjid al-Aqsha Menara Kudus masih rutin dijalankan. Pengajian tersebut diantaranya adalah membaca al-Qur’an dan tafsir al-Qur’an. Adapun waktunya ba’da shubuh, pukul 7-8 pagi dan setelah maghrib. Dalam setiap pengajiannya, kiai Sya’roni juga mampu men-setting iklim toleransi antara beberapa kelompok yang ada, sebut saja kaum Nahdliyyin dan Muhammadiyah.

Dalam bidang pengembangan fisik, kiai Sya’roni banyak memberikan jasa dalam mengembangkan madrasah-madrasah di kota Kudus, seperti Madrasa Banat NU, Muallimat, Qudsiyyah, Tasywiq al-Thullab al-Salafiyah (TBS), dan Madrasah Diniyah Keradenan Kudus. Kiai Sya’roni juga tercatat sebagai penasehat Rumah Sakit Islam YAKIS dan menjabat mustasyar NU cabang Kudus. Beliau juga mengisi pengajian rutin tiap ahad pagi di Masjid Jama’ah Haji Kudus (JKH).

 

Disarikan dari Jurnal Inovasi dan berbagai sumber

 

 
< Prev   Next >
mjny group.JPG

Rasulullah SAW bersabda : “Apabila kalian melewati taman surga, maka berhentilah sejenak”. Sahabat bertanya : “Apakah taman surga itu ya Rasul ?” Rasul menjawab : ”Majlis Ilmu”. (Al-Hadits)

AL-QUR'AN ON-LINE Sumber: www.alquran-indonesia.com
PROFILE MASJID JAMI' NURUL YAQIN [MJNY]
PROGRAM ANAK ASUH [YATIM & DHUAFA] - MJNY
ZAKAT-INFAQ-SHADAQAH
Informasi penerimaan Komitmen Zakat, Infaq, Shadaqah:
JULI 2010
  Rp 1.480.000, 

"Ajarokallahu Fiima A'thoita, Wabarokalaka Fiima Abqoita, Waj'alhu laka tohuuro"

"Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan,

Semoga Allah memberikan keberkahan atas apa yang masih ditanganmu,

dan Allah menjadikannya sebagai pembersih bagimu"

 


bank.JPG

Bagi Muslimin, Muslimah, Ikhwan / Akhwat ingin mengamanahkan Zakat/Infaq/Sedekahnya atau untuk Santunan program Anak Asuh Yatim/ Dhuafa

kepada

Masjid Jami’ Nurul Yaqin [MJNY]

silahkan transfer melalui Rekening :

 

Bank Syariah Mandiri

 

Dengan cara menuliskan/ memberikan 3 angka dibelakangnya

Rp .......  .111  -> Zakat

Rp .......  .222  -> Infaq/Sedekah

Rp .......  .333  -> Anak Yatim

 

seperti contoh :

Contoh Transfer :

Rp 100. 111  -> Zakat

Rp 100. 222  -> Infaq/Sedekah

Rp 100. 333  -> Anak Yatim

Jazakallah Khoiran Jazaa

 
AL-ISLAM
KITAB ONLINE
quran.JPG
1. Tafsir Ibnu Katsir
2. Tafsir Thabariy
3. Tafsir Qurthuby
4. Tafsir As-Sa'adi
5. Tafsir Muyassar
6. Tafsir Baghawy
7. Hadits Shohih Buchori
8. Hadits Shohih Muslim
9. Sunan At-Tirmidzi
10. Sunan Ibnu Majah
11. Sunan Abu Daud
12. Sunan An Nasa'i
13. Al - Umm [Asy-Syafi'ie]
14. Al - Adzkar [An-Nawawy]
15. Al - Muwatha' [Imam Malik]
16. Al - Kafi [Al-Hambali]
17. Fathul Bari
18. Madarijus Sholikin
19. Zadul Ma'ad
20. Raudhatul Muhibbin
21. Kitab 9 Hadits (Tarjamah Bhs Indonesia)
WEB LINKS
hti.JPG
- Majlis Ulama Indonesia (MUI)
- Mer-c
- Nahdhatul Ulama (NU)
- Muhammadiyah
- Pusat Informasi Palestina
- Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
- KISPA
- DEPAG
- Dewan Da'wah Islamiah Indonesia (DDII)
PENGUNJUNG SAAT INI
We have 8 guests online
STATISTIC PENGUNJUNG
........sejak Ramadhan 1428 H........
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini142
mod_vvisit_counterKemarin236
mod_vvisit_counterMinggu ini378
mod_vvisit_counterBulan ini1522
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung120817
JADWAL KEGIATAN RUTIN NURULYAQIN
Senin
 
Tahsin Al-Qur’an
(Ust. Irsan G) 
Waktu :
Jam I : 08.00 ~ 09.00
Jam II : 09.30 ~ 10.30
Peserta Akhwat
 
TPA/TPQ Nurulyaqin
Waktu :
Jam I : 16.00 ~17.30
Jam II : 18.15 ~ 19.45
Peserta Anak-anak
 
 
Selasa
 
Tahsin Al-Qur’an (Iqra’)
(Ust. Irsan G) 
Waktu :
Jam : 05.00 ~ 06.00
Peserta Ikhwan
 
Tahsin Al-Qur’an (Tajwid)
(Ust. Irsan G) 
Jam : 10.00 ~11.30
Peserta Akhwat
(Ibu-ibu MTNY)
 
TPA/TPQ Nurulyaqin
Waktu :
Jam I : 16.00 ~17.30
Jam II : 18.15 ~ 19.45
Peserta Anak-anak
 
 
Rabu
 
Tahsin Al-Qur’an (Juz ’amma)
(Ust. Irsan G) 
Waktu :
Jam : 05.00 ~ 06.00
Peserta Ikhwan
 
Tahsin Al-Qur’an (Iqra’)
(Ust. Irsan G) 
Waktu :
Jam : 10.00 ~11.30
Peserta Akhwat
(Ibu-ibu Ar-Rahman)
 
TPA/TPQ Nurulyaqin
Waktu :
Jam I : 16.00 ~17.30
Jam II : 18.15 ~ 19.45
Peserta Anak-anak
 
Tahsin Al-Qur’an
(Ust. Irsan G) 
Waktu :
Jam : 19.30 ~ 22.00
Peserta Ikhwan
(PT. Supreme Cable)
 
 
Kamis
 
Tahsin Al-Qur’an
(Ust. Irsan G) 
Waktu :
Jam : 05.00 ~ 06.00
Peserta Ikhwan
(At-Taufiq)
 
Tahsin Al-Qur’an (Tajwid)
(Ust. Irsan G) 
Waktu :
Jam : 09.30 ~11.30
Peserta Akhwat
(Ibu-ibu Lippo Ckr)
 
TPA/TPQ Nurulyaqin
Waktu :
Jam I : 16.00 ~17.30
Jam II : 18.15 ~ 19.45
Peserta Anak-anak
 
Pengajian Malam Jum'at dan Do'a Bersama
 
Waktu :
Ba'da Maghrib ~ Selesai
Umum dan Majlis Ta'lim Nurulyaqin

 
 
Jum'at
 
Kajian Kitab
(Mukasyafat Al-Qulub)
(Ust. H. Arsil Ibrahim, MA)
Waktu :
Jam : 05.00 ~ 06.00
Peserta Umum
 
Tahsin Al-Qur’an
(Ust. Irsan G) 
Waktu :
Jam : 09.30 ~10.30
Peserta Akhwat
(Ibu-ibu MTNY)
 
Tahsin Al-Qur’an
(Ust. Irsan G) 
Waktu :
Jam : 19.30 ~ 21.00
Peserta Ikhwan
(Remaja)
 
 
 
Sabtu
 
Tafsir Al-Qur’an
(Ust. Dr. H. Suhairy Ilyas, MA)
Waktu :
Jam : 05.00 ~ 06.00
Peserta Umum
 
Tahfidz Al-Qur’an
(Ust. Mahmud Al-Hafidz) 
Waktu :
Jam : 07.30 ~ 09.00
 
 
Tahsin Al-Qur’an
(Ust. Irsan G) 
Waktu :
Jam : 09.30 ~ 11.00
Peserta Akhwat
(Majlis Ta’lim Mar’atus Shalihat)
 
Tahsin Al-Qur’an
(Ust. Irsan G) 
Waktu :
Jam : 16.00 ~17.30
Peserta Akhwat
(Ibu-ibu At-Taufiq)
 
Tahsin Al-Qur’an
(Ust. Irsan G)
Waktu :
Jam : 19.30 ~ 21.00
Peserta Ikhwan
(Remaja)
 
 
Ahad
 
Kajian Kitab
(Ust. Atang AL)
Waktu :
Jam : 05.00 ~ 06.00
Peserta Umum
 
Tahsin Al-Qur’an
Aplikasi pembacaan Al-Quran Klasikal
(Ust. Irsan G)
Waktu :
Jam : 05.00 ~ 07.00
Peserta Ikhwan