| Virus Ukhuwah Islamiyah (I) |
| Written by Ust. DR H. Suhairy Ilyas, MA | |
| Friday, 19 February 2010 | |
|
(QS.Al-Hujurat 49:11)
Disamping memelihara dan memupuk ukhuah Islamiyah dengan kasih sayang dan tolong menolong yang ikhlash, kita juga dituntut untuk menjaga agar ukhuah Islamiyah tersebut tidak rusak sehingga menimbulkan permusuhan. Diantara “virus virus” yang akan merusak ukhuah Islamiyah itu sebagaimana diungkapkan dalam ayat ini adalah : Pertama : Memperolok-olokkan atau merendahkan orang lain karena perasaan sombong menganggap orang lain hina dan rendah,padahal boleh jadi orang yang dihina dan diredahkan itu lebih mulia dari orang yang merendahkannya. Kedua : Mencela orang lain. Dalam ayat ini diungkapkan dengan kalimat : ”Jangan Mencela diri sendiri” karena jika kita mencela orang lain, maka orang yang dicela itu tentu akan mencela kita pula; karena itu mencela orang lain hakekatnya adalah mencela diri sendiri, karena itu hormatilah dan muliakanlah orang lain agar kita dihormati dan dimuliakannya. Ketiga: Jangan memanggil orang dengan gelaran yang merendahkan atau menghinanya, umpamanya orang itu kulitnya hitam, lalu kita panggil “Pak Hitam” padahal namanya pak Ahmad. Keempat : Memanggil orang beriman dengan : ”Fasik”.Gelaran fasik yang dilontarkan pada orang beriman adalah gelaran yang yang sangat buruk dan menyakitkan hati. Karena itu kita dituntut untuk senantiasa menjaga perasaan orang lain dengan memanggilnya dengan nama dan gelar yang menghormatinya, agar persaudaraan kita terpelihara dan tidak sampai rusak, apalagi sampai putus. Apabila pesaudaraan sudah terputus karena orang merasa dihinia, maka susah untuk memperbaiki hati orang yang sudah tersayat dengan sayatan yang pedih itu. Memperbaiki ukhuah yang terputus karena penghinaan tersebut adalah sangat sulit laksana susahnya mempertemukan gelas yang sudah pecah. |
| < Prev | Next > |
|---|











